TERSELIP

Ada yang terselip setiap aku membuka mata
Pagi hari ketika bangun tidur
Sampai malam hari saat semua gelap di atas kasur
Remang-remang, seperti ilusi, tapi tampak asli
Kabur, seperti berlari menjauh, tapi semakin melabuh

Ada rasa penasaran, bingung, lebih banyak sakit
Aneh sekali
Semakin dipikir semakin pusing, kalau dirasa perih di hati ini
pikirku ini pasti kamu yang setiap harinya kurindukan

Tapi ternyata bukan
Dosaku, sayang
Aku berdosa karena terlalu merindukanmu
atau dosaku lebih penuh dibanding kerinduanku terhadapmu?

MEMORI

Ada kisah antara kita, dahulu kala bersama
jejak – jejak terekam, meninggalkan luka
seseorang di tepi sana, memanggilmu ceria
kau menghampirinya lalu merayu, bergandengan kalian melaju

Semua tentangmu menjadi dulu
dulu kau menemaniku
dulu kau selalu ada untukku
dan kamu sudah melupakanku

Apa arti aku, kau tersimpan rapi dalam memori
setiap struktur cintamu, kutata tanpa celah – celah kacau
kepergianmu adalah haru, kembalimu laksana mimpi semu
kau telah bahagia dengan wanita baru, aku menyudut mengingatmu

SEBUAH LAGU DARI OMBAK

Kuperhatikan semua diam, mata telanjang, kesepian
kuteriak dengan lantang, tak ada yang menjawab
angin berpergian, digantikan terik
awan hijrah di lain langit, hujan hilang, katanya sakit hati

Sendiri, aku di sini
samar – samar rindu mengintip, tapi aku tetap sendiri
tiba – tiba ombak menghampiri, ia bilang ingin menemani
kujawab jangan! aku takut ditinggal lagi

Kemudian ombak beratraksi
ia menyanyi dan menari
menghiburku sampai ke hati
pesannya, “semoga aku tak kesepian lagi.”